26 Mahasiswa KPI Turut Serta pada KKP Tahun 2017

Sebanyak 26 mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) akan berpartisipasi pada Kuliah Kerja Profesi (KKP) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Palu. Menurut rencana, KKP kali ini akan dilaksanakan selama sebulan penuh, mulai tanggal 7 Agustus hingga 7 September 2017.

Selama dua hari terakhir, Sabtu-Ahad (29-30/7), para mahasiswa tersebut diikutsertakan pada kegiatan pembekalan KKP. Mereka dibekali wawasan-wawasan praktis sesuai dengan bidang keilmuan di masing-masing jurusan. Pada kegiatan pembekalan tersebut, mahasiswa KPI dibekali dengan wawasan praktis terkait pengelolaan media cetak dan elektronik di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan ini, Panitia KKP mendapuk dua narasumber untuk mengulas tema yang berkaitan dengan kepenyiaran Islam, yaitu Kepala Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Sulteng dan Redaktur selaku perwakilan dari Pimpinan Harian Radar Sulteng.

Dalam paparannya terkait peran media massa dalam membangun masyarakat Sulteng, Redaktur Radar Sulteng, Rahmat Bakti, menyampaikan posisi strategis media yang ia sebut sebagai “pilar keempat demokrasi”. Terkait hal ini, ia menyebutkan sejumlah kebijakan daerah yang mengalami perubahan setelah mendapatkan sorotan dari media setempat.

Kebijakan penghentian reklamasi oleh Pemkot Palu, misalnya, ditetapkan setelah kasus ini mendapatkan sorotan dari Radar Sulteng selama 2 bulan berturut-turut. Hal yang sama juga terjadi dengan sejumlah kasus pembegalan yang sempat marak terjadi di Kota Palu.

Dalam pandangan Bakri, media harus senantiasa bersikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan di daerah demi kebaikan masyarakat. Ia tidak menampik bahwa saat ini masih ada sejumlah kebijakan yang telah disoroti oleh media-media di Sulawesi Tengah, namun belum menghasilkan perubahan.

Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag.

“Saat ini setidaknya ada tiga isu di daerah yang menjadi sorotan media. Yang pertama, isu soal tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja di Bahodopi, Kabupaten Morowali; kedua, pengelolaan dana desa yang seringkali menyebabkan banyak kepala desa mendekam di penjara akibat kasus korupsi; dan ketiga, predikat audit keuangan Wajar Tanpa Pengecualian yang diberikan oleh BPK kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, dimana predikat ini tidak serta-merta berarti bahwa daerah tersebut bebas dari praktik korupsi,” jelas Bakti.

Pada kesempatan yang sama, Rektor IAIN Palu, Zainal Abidin, mengungkapkan harapannya agar para mahasiswa senantiasa memperhatikan etika selama melaksanakan KKP. Guru Besar Pemikiran Islam FUAD ini juga menghimbau agar para peserta KKP menyadari perannya sebagai duta kampus Islam di Sulawesi Tengah.

“Penting bagi mahasiswa KKP untuk menjaga akhlaknya selama berada di tempat orang lain. Jangan sombong dan bersikaplah dengan rendah hati,” pesannya.

Selama melaksanakan KKP, para mahasiswa dari Jurusan KPI IAIN Palu akan ditempatkan pada kantor-kantor media yang ada di Kota Palu, seperti Harian Radar Sulteng, Harian Mercusuar, dan TVRI Sulteng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *