Potret Dakwah Carlos Khalil Guzman

Fotografer asal Brooklyn, New York, Carlos Khalil Guzman memeluk Islam pada 2006. Keseriusannya belajar Islam berawal sejak dia duduk di bangku kuliah.

Setelah mengenal aktivis Muslim melalui jaringan yang berbeda di kampusnya, dia baru menemukan ajaran Nabi Muhammad SAW yang sesuai dengan prinsipnya. Rasulullah meletakkan contoh cara hidup toleran, beramal kebajikan, dan menebar kasih sayang. Dia menyadari bahwa Islam memperkuat keyakinannya tentang keadilan sosial.

Lalu, lima tahun setelah bertobat pada 2012, Guzman mulai bersemangat mengerja kan proyek sosial sebagai praktik dakwah dari keadilan sosial yang dia yakini tersebut. Pria yang berusia 28 tahun itu kini telah memiliki studio fotografi Carlos Khalil Guzman dan Kenneth. Dia bekerja sama dengan Kenneth, seorang mahasiswa dari Kalifornia.

Salah satu proyek dakwahnya adalah mengerjakan proyek ambisius. Dia berharap melalui proyek ini dapat menghilangkan stereotip negatif tentang Muslim Amerika dan menunjukkan keberagaman Muslim dunia.

 

Carlos Khalil Kuzman

Musim gugur 2015 lalu, dia memulai proyek tersebut. Guzman menggunakan waktu luangnya dan dana sendiri untuk bepergian ke berbagai negara bertemu dengan komunitas Muslim dan mewawancarai mereka.

Dia membuat serial berjudul Muslims of America. Dia mencoba menangkap potret umat Islam dari seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat. Potret umat Islam mencakup Muslim dari berbagai aliran Islam, etnis, dan latar belakang yang berbeda.

Mulai dari Muslim Amerika asli sampai pengungsi Suriah. Alasan dari dibuatnya proyek ini adalah rasa frustrasinya terhadap media arus utama. Menurut dia, media arus utama kurang memperlihatkan keragaman dan representasi umat Islam.

Guzman memutuskan membuat sebuah proyek yang akan membantu orang belajar tentang banyak cara Muslim Amerika menjalankan keyakinan mereka. Dia mulai bertemu dengan beragam umat Islam dalam perjalanan untuk membuat karyanya.

Ketika bertemu Muslim yang hendak menjadi objek foto, Guzman meminta mereka memberitahu kata-kata favorit tentang Rasulullah atau sebuah ayat Alquran. Dia juga meminta mereka menjelaskan mengapa bagian ayat suci tersebut penting bagi mereka.

Beberapa orang mengatakan kepada Guzman bahwa ayat Alquran tersebut meyakinkan bahwa Allah SWT akan tetap bersama mereka pada masa-masa sulit. Beberapa Muslim lainnya mengutarakan, ayat suci Alquran membuat mereka yakin Allah selalu melindungi dan mencintainya serta mengingatkan mereka untuk merawat orang tua.

Bagi Guzman, refleksi tentang ayat suci adalah cara penting bagi mereka yang non- Muslim agar bisa terhubung dengan hasil kar yanya. Dia yakin bahwa kesalah pa haman tentang Islam akan semakin berku rang jika mereka diingatkan mengenai fungsi agama dalam kehidupan Muslim Amerika.

Selain itu, proyek ini juga bertujuan agar mereka yang tidak mengerti Islam dapat mengampanyekan amal, memberi tujuan bagi mereka yang sedang menderita, dan menginspirasi untuk ikut serta dalam mengimplementasikan keadilan.

“Islam menentang semua jenis penindasan apa pun bentuknya. Islam bertentangan dengan rasisme, Islamofobia, dan an tisemitisme. Saya ingin orang melihat hal itu dalam proyek ini,” kata dia menjelaskan.

Ayat suci yang menjadi favorit Guzman adalah tentang bagaimana Islam membimbing dan menghubungkan setiap orang dengan rasa kemanusiaan. Sesuai dengan surah al-Ankabut ayat ke-2, yang berbunyi: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan mengenai ucapan mereka yang mengatakan ‘Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi?

Menurut Guzman, umat manusia akan diuji lebih dulu dengan hal-hal yang akan menampakkan hakikat keimanan mereka. Ayat ini diturunkan terkait dengan orangorang yang masuk Islam, kemudian mereka disiksa oleh orang-orang musyrik.

“Ayat tersebut bermakna bagi saya karena ini adalah peringatan tetap bahwa Allah tidak pernah melakukan apa pun untuk menghukum kita, namun setiap pengalaman baik atau buruk adalah cara Allah untuk menjaga kita dan membimbing kita menuju jalan yang benar, belas kasih, pengertian, keadilan, berilmu, dan penuh cinta,” kata dia menjelaskan.

Baginya, Islam adalah panduan untuk mem bantu setiap orang memiliki rasa ke manusiaan, terlepas dari entitas, agama, orien tasi seksual, ataupun pandangan politik. Guzman berharap dengan karyanya ini dapat menjadi alat edukasi bagi mereka yang mendapatkan cerita palsu mengenai Islam. Dia berharap karyanya dapat menunjukkan bagaimana umat Islam merupakan bagian dari sejarah dan budaya Amerika sejak Muslim pertama tiba di Amerika sebagai budak Afrika.

“Selalu ada kehadiran Muslim di negara ini. Nilai-nilai yang dijunjung tinggi konsitusi kita adalah bagian dari Islam, jika saja mereka meluangkan waktu untuk belajar tentang Islam. Islam adalah tentang keadilan,” kata dia menjelaskan.

People take part in a protest against Donald Trump on December 20, 2015 in New York. Republican presidential hopeful Donald Trump proposed a call for a ban on Muslims entering the United States. AFP PHOTO/KENA BETANCUR

Hingga saat ini, Guzman mengambil 52 potret di 26 negara bagian. Dia menargetkan 114 potret yang mewakili 114 jumlah surah yang ada dalam Alquran. Dia berharap dapat menyelesaikan proyek tersebut di tahun ini.

Sehingga, dapat membuat sebuah pameran seni keliling interaktif yang menyajikan 114 potretnya Motivasi untuk membuat proyek ini juga didorong adanya laporan tentang meningkatnya tingkat kejahatan karena kebencian terhadap Muslim Amerika.

Dia berharap pengunjungnya bisa mengerti bahwa tantangan yang dihadapi umat Islam di Amerika sama dengan tantangan yang dihadapi kelompok terpinggirkan lainnya. Apa yang memengaruhi satu komunitas tertindas di negara ini akan berpengaruh pada komunitas tertindas lainnya.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *